Laporan penelitian ini membahas pengaruh paparan laserpunktur sebagai intervensi non-farmakologis terhadap kadar enzim hati (SGOT dan SGPT) serta perubahan histologi hati pada mencit yang diinduksi obat anti-tuberkulosis (isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid). Penggunaan kombinasi obat ATD diketahui berpotensi menimbulkan hepatotoksisitas, sehingga diperlukan pendekatan alternatif yang mampu memberikan efek protektif pada organ hati. Dalam penelitian ini, mencit dibagi ke dalam beberapa kelompok perlakuan untuk mengevaluasi perbandingan antara kondisi normal, kelompok yang hanya diberi ATD, serta kelompok yang menerima paparan laserpunktur dengan parameter tertentu. Pengukuran kadar SGOT dan SGPT dilakukan secara biokimia, sedangkan analisis histologi hati dilakukan melalui pengamatan mikroskopis terhadap tingkat kerusakan sel. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan bahwa paparan laserpunktur dapat menurunkan peningkatan enzim hati dan memperbaiki gambaran histologis pada hepar mencit yang mengalami hepatotoksisitas akibat ATD. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan metode terapi pendukung yang lebih aman dan berpotensi diterapkan dalam manajemen efek samping pengobatan tuberkulosis.
Agus et al. (Wed,) studied this question.