Hasil tes keterampilan menulis teks deskripsi siswa masih banyak yang berada di bawah kriteria ketutasan Minimum (KKM). Hal ini disebabkan karena siswa belum mampu mendeskripsikan suatu objek secara detail. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis teks deskripsi menggunakan model think talk write berbantuan media audio visual dan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Disain yang digunakan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini melibatkan 280 siswa kelas tujuh SMPN 8 Sungai Penuh sebagai populasi. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu dikenal sebagai purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini kelas VII3 dan VII4 yang berjumalah 35 orang masing-masing kelasnya. Instrument dalam penelitian ini adalah tes keterampilan menulis teks deskripsi. Berikut tiga kesimpulan dari analisis data. Pertama, Setelah dilakukan test keterampilan menulis teks deskripsi, Siswa yang diajarkan menggunakan Think Talk Write dengan media audiovisual memperoleh rata-rata 85,57. Kedua, Siswa yang diajarkan menggunakan Think Talk Write dengan media gambar memperoleh rata-rata 81,14. Ketiga, terdapat pebedaan yang signifikan keterampilan menulis teks deskripsi siswa yang diajarkan mengguakan model think talk write berbantuan media audio-visual dan media gambar
Welli et al. (Sun,) studied this question.