Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nias menghadapi banyak tantangan dalam pendidikan, khususnya literasi lingkungan. Literasi lingkungan, yang mencakup pemahaman tentang isu-isu lingkungan dan keterampilan untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan, sangat penting untuk menciptakan kesadaran lingkungan. Di daerah 3T seperti Nias, implementasi literasi lingkungan masih terbatas oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan sumber daya, infrastruktur, akses bahan ajar, dan kurangnya tenaga pengajar. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran lingkungan juga memperumit penerapan literasi ini di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan mengusulkan strategi untuk meningkatkan literasi lingkungan di sekolah-sekolah di daerah 3T, dengan fokus pada UPTD SD Negeri 071010 Fadoroyou di Nias. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini memberikan rekomendasi berbasis bukti seperti pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, kolaborasi dengan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital. Solusi ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran serta mengatasi hambatan-hambatan unik yang dihadapi di daerah 3T. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kualitas guru, dan pendekatan terpadu dapat memperbaiki literasi lingkungan, mendukung pembuat kebijakan dalam merancang program pendidikan lingkungan yang berkelanjutan dan relevan.
Siregar et al. (Sun,) studied this question.