Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika psikologis mahasiswa tahfizh selama mengikuti program karantina Asy-Syahrul Qur’any HTQ UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program dengan aktivitas intensif seperti setoran hafalan, muroja’ah, kajian, dan ibadah berjamaah ini memunculkan berbagai respons psikologis, mulai dari stres, kecemasan, hingga peningkatan motivasi dan kepuasan spiritual. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan enam informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melalui fase adaptasi, tekanan, dan stabilitas psikologis. Faktor yang memengaruhi dinamika tersebut meliputi beban hafalan, manajemen waktu, dukungan sebaya, lingkungan karantina, dan pendampingan musyrif. Mahasiswa menggunakan strategi coping berupa problem-focused (pengaturan jadwal, metode hafalan, konsultasi) dan emotion-focused (doa, dzikir, dukungan emosional). Motivasi intrinsik seperti kecintaan pada Al-Qur’an dan motivasi ekstrinsik seperti dukungan lingkungan turut menentukan ketahanan psikologis mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembinaan tahfizh yang memperhatikan aspek mental dan spiritual untuk menunjang keberhasilan karantina.
Athallah et al. (Sun,) studied this question.