Industri konstruksi di Kabupaten Sukabumi menghadapi permasalahan mengenai kinerja kontraktor yang kurang optimal. Hal ini disebabkan karena kendala dan tidak optimalnya hasil kerja kontraktor yang diindikasikan oleh tidak terlaksananya penerapan TQM ( Total Quality Management) . Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan implementasi TQM pada sektor konstruksi di Kabuapten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, reliabilitas, dan CFA untuk menguji indikator yang membentuk faktor hambatan dan tantangan TQM. Hasil penelitian didapatkan nilai KMO Bartlett’s Test, Communalities, Eigen Value, Compenet Matrix, dan Rotated Component Matrix berada di atas 0,5 sehingga data dinyatakan valid. Kelompok indikator pertama antara lain yaitu faktor tantangan mencakup kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pelanggan, manajemen proses, manajemen sumber daya manusia, serta informasi dan analisa. Sementara itu kelompok pada indikator kedua dikelompokkan menjadi faktor hambatan meliputi resistensi terhadap perubahan, kurangnya komitmen manajemen puncak, sulitnya mengukur, dan mempertahankan kualitas jangka panjang.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Robi Ferdian (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: