Values of Character Education in Nyirok Tradition of Negara Batin Customary Community and Its Implications in the Local Wisdom and Ethics Education Course. One of Begawi ceremonies in Lampung traditional community is marriage and nyirok tradition is part of the ceremony as the first step prior to the implementation of marriage contract. This tradition has values of character that can be applied in education. Aim : The aim of this paper is to document the ethical values that exist in cultural behaviour, in nyirok tradition in particular. Method: This study is descriptive in nature which was conducted through a qualitative approach. The data were collected through document analysis, audio-video recordings, and interviews. Findings: The study found five confessions revealed through the jewelry attachment ceremony in the form of ali , bracelets, eardrops, chains, jungsarat fabrics and seven-color ropes. At the time of the attachment in each stage it is followed by an oral tradition in the form of utterances called pisaan . Nyirok tradition has educational values. The educational values that are embodied in the procession of jewelry attachment in the tradition include expressions of love, acknowledgment of belonging, friendship, empathy, sincerity, and responsibility. Conclusions: This nyirok tradition can be used as knowledge for students in the development of both oral tradition and character values knowledge. Keywords: character education, local wisdom, ethics education, customary community, nyirok . Abstrak: Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi nyirok Masyarakat Adat Negara Batin dan Implikasinya dalam Mata Kuliah Pendidikan Etika dan Kearifan Lokal. Salah satu upacara Begawi pada masyarakat adat Lampung adalah Begawi perkawinan. Di dalamnya terdapat tradisi nyirok sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan akad nikah. Tradisi nyirok memiliki nilai karakter yang dapat di aplikasikan dalam pendidikan. Tujuan: Tujuan penelitian didasarkan pada upaya inventarisasi nilai-nilai etika yang terkandung dalam perilaku budaya khususnya budaya Lampung yaitu nyirok . Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi, rekaman, dan wawancara. Temuan: Hasil penelitian menemukan lima pengakuan yang diungkap melalui upacara pemasangan perhiasan dalam bentuk ali, gelang, subang , rantai, kain jungsarat dan tali tujuh warna. Pada saat pemasangan dalam setiap tahapan terdapat tradisi lisan dalam bentuk tuturan yang dinamakan pisaan. Tradisi nyirok memiliki nilai-nilai pendidikan. Nilai-nilai pendidikan terkandung dalam prosesi pemasangan perhiasan pada tradisi nyirok, yaitu ungkapan cinta, pengakuan memiliki, silaturahmi, empati, keihlasan, dan bertanggung jawab. Kesimpulan: Tradisi nyirok dapat dijadikan pengetahuan bagi mahasiswa dalam pengembangan pengetahuan tradisi lisan dan nilai-nilai karakter. Kata Kunci: pendidikan karakter, kearifan local, pendidikan etika, masyarakat adat, nyirok . DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v10.i1.202005
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Farida Ariani (2020) studied this question.
Synapse has enriched one closely related paper. Consider it for comparative context: