This research was conducted to analyze the power of Abdurrahman an-Nahlawi's educational methods and the implementation of the use of these methods in madrasas in Singapore. This research method uses a qualitative descriptive approach using a qualitative type that is used is a combination of two research methods, namely qualitative research on field studies and qualitative research on literature studies. The type of data in this study is 'qualitative data', to be further analyzed using content analysis methods and descriptive analysis methods, especially educational analysis. The results of the study show that the power of these methods lies with educators, namely parents as their educators in the family, and teachers as their educators in schools. These methods have not been implemented properly and thoroughly in Singapore madrasas because there are no teachers in Singapore who still use Western education concepts, besides the post-pandemic situation and conditions which have caused the entire learning process to change. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana kekuatan metode pendidikan Abdurrahman an-Nahlawi dan implementasi penggunaan metode-metode tersebut pada madrasah-madrasah di Singapura. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis kualitatif yang digunakan adalah perpaduan dua metode penelitian, yaitu penelitian kualitatif studi lapangan dan penelitian kualitatif studi kepustakaan. Jenis data dalam penelitian ini adalah ‘data kualitatif’, untuk selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analisys) dan metode deskriptif analisis, khususnya analisis kependidikan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kekuatan dari metode-metode ini ada pada pendidik, yaitu orang tua sebagai pendidik mereka di keluarga, dan guru sebagai pendidik mereka di sekolah. Metode-metode tersebut belum terimplementasikan dengan baik dan menyeluruh di madrasah-madrasah Singapura karena belum adanya para guru di Singapura masih menggunakan konsep pendidikan Barat, di samping situasi dan kondisi pasca pandemi yang menyebabkan seluruh proses belajar mengalami perubahan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sun’an et al. (2023) studied this question.
Synapse has enriched 5 related papers. Consider them for comparative context: