Pemberitaan mengenai konflik keagamaan tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membentuk konstruksi realitas melalui proses framing yang dipengaruhi oleh karakter editorial media. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan framing pemberitaan kasus perusakan Rumah Doa GKSI Anugerah di Padang pada portal Kompas.com dan Republika.co.id menggunakan model analisis framing Robert N. Entman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi terhadap berita yang dipublikasikan pada fase awal pemberitaan. Analisis dilakukan berdasarkan empat elemen framing Entman, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai peristiwa sebagai persoalan administratif dan kesalahpahaman yang diselesaikan melalui koordinasi pemerintah, sedangkan Republika.co.id menempatkan peristiwa sebagai isu kerukunan antarumat beragama dengan penekanan pada dialog lintas agama, peran PKUB dan FKUB, serta penghormatan terhadap kebebasan beragama. Meskipun memiliki orientasi editorial yang berbeda, kedua media sama-sama lebih menonjolkan penyelesaian konflik melalui pendekatan institusional daripada mengulas faktor-faktor struktural penyebab intoleransi. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi editorial media memengaruhi konstruksi realitas dalam pemberitaan isu keagamaan serta menegaskan pentingnya praktik jurnalisme yang lebih inklusif, kritis, dan berkeadilan dalam memberitakan konflik yang melibatkan kelompok minoritas.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sukmawati et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: