Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Non Performing Loan (NPL) pada bank konvensional di Indonesia periode 2018–2025. Risiko kredit yang tercermin dalam rasio NPL menjadi indikator penting dalam menilai stabilitas dan kesehatan perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research serta analisis regresi data panel. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan Bank Umum Konvensional yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan data inflasi diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Model estimasi yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Return on Assets (ROA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPL, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) dan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPL. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketahanan permodalan dan kinerja profitabilitas berperan sebagai penyangga risiko kredit, sementara agresivitas penyaluran kredit dan tekanan inflasi meningkatkan potensi kredit bermasalah. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap NPL dengan daya jelaskan model yang kuat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan permodalan, pengendalian ekspansi kredit, serta stabilitas makroekonomi merupakan faktor kunci dalam menjaga kualitas aset dan stabilitas sistem perbankan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Setyarini et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: