Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk optimalisasi lingkungan sekolah sebagai pusat promosi gaya hidupaktif dan sehat, sekaligus menginternalisasikan karakter siswa yang kuat dan terampil secara sosial melalui penguatan literasi fisik dan sosial. Pendekatan berbasis ekspriensial dan pendekatan edukasi melalui permainan menjadi pendekatan yang saling melengkapi pada kegiatan pengabdian ini. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2026 dengan melibatkan 2 sekolah mitra, yaitu SD Negeri 1 Kekait di Kabupaten Lombok Barat dan SD Negeri 24 Mataram. Kegiatan ini terlaksana melalui 3 tahapan utama yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan dilakukan dengn pola progresi yang sistematis dan kolaboratif dengan melibatkan secara penuh guru sebagai mitra aktif sekaligus pelaksana program. Secara menyeluruh, hasil evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini mendapatkan hasil yang positif dengan merujuk pada rerata respon atau kepuasan siswa sebesar 89,55%, diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru yang mendapatkanrespon positif terhadap implementasi permainan edukatif dan permainan tradisional. Hasil observasi yang dilakukan oleh tim pengabdianjuga menemukan bahwa kegiatan ini telah membangun lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Dengan demikian, hasil pelaksanaan kegiatan ini berhasil memperkuat literasi fisik dan literasi sosial sekligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aktif, partisipatif, dan menyenangkan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Angga et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: