This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Latar Belakang Obesitas merupakan masalah utama kesehatan di seluruh dunia. Risiko kejadian kardiovaskular meningkat seiring dengan kondisi obesitas. Lemak viseral berkaitan erat dengan peningkatan risiko kardiovaskular. Namun, pengukuran lemak viseral relatif tidak mudah. Pengukuran antropometri waist to height ratio yang disingkat sebagai WHtR merupakan pengukuran yang mudah dilakukan dan memiliki hubungan dengan risiko kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara WHtR dengan lemak viseral pada kelompok obesitas. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan analitik. Dilakukan pengumpulan data tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, serta pemeriksaan bioimpedance analysis yang disingkat sebagai BIA. Penilaian WHtR didapatkan dengan membagi lingkar pinggang dengan tinggi badan, dalam satuan sentimeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil Dari total 160 subjek yang dilibatkan, 87 subjek atau 54,4 persen berjenis kelamin laki-laki dan 73 subjek atau 45,6 persen berjenis kelamin perempuan. Rerata umur yaitu 36,08 dengan simpangan baku 8,4 tahun. Uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara lingkar pinggang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,658 dan nilai p kurang dari 0,001, serta antara WHtR dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,676 dan nilai p kurang dari 0,001 terhadap lemak viseral. Simpulan Peningkatan ukuran lingkar pinggang maupun rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan akan meningkatkan kadar lemak viseral pada tubuh. Kata kunci Obesitas, antropometri, waist to hip ratio, lingkar pinggang, lemak visceral
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
M et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: