Key result
Health Belief Model components show a weak positive link with hypertension medication adherence.
Why the study?
Adherence to hypertension pharmacotherapy regimens is crucial for blood pressure control and reducing cardiovascular mortality, influenced by patients' psychosocial beliefs measured by the Health Belief Model.
Cross-Sectional (n=90)
No
Patients' health beliefs collectively contribute as an integrated whole to significantly, albeit weakly, influence medication adherence in hypertension.
Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Does not support using Health Belief Model scores to guide adherence interventions; leaves open whether belief-targeted strategies improve outcomes in hypertension.
Kepatuhan regimen farmakoterapi menjadi determinan krusial dalam mengendalikan tekanan darah dan menekan angka mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular pada penderita hipertensi. Perilaku patuh tersebut sangat dipengaruhi oleh aspek psikososial, salah satunya adalah keyakinan subjektif pasien terhadap penyakit dan pengobatannya yang diidentifikasi melalui teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil kepatuhan minum obat serta menganalisis korelasi antara dimensi-dimensi Health Belief Model (persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri) dengan tingkat kepatuhan regimen farmakoterapi pada pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 pasien hipertensi rawat jalan di RS X Kota Kediri dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik demografi dan variabel penelitian. Uji statistik bivariat yang diterapkan untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel kategorikal-ordinal ini adalah uji korelasi Spearman-rank test melalui program SPSS. Hasil analisis data menggunakan kuesioner MARS didapatkan kepatuhan pasien sebanyak 55% patuh, 40% cukup patuh dan sebanyak 5% tidak patuh. Hasil uji korelasi bivariat menunjukkan bahwa Health Belief Model secara simultan memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kepatuhan (p = 0,033) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,249). Tetapi pengujian parsial pada masing-masing komponen HBM : Persepsi kerentanan (p = 0,176), Persepsi Keparahan (p = 0,815), Persepsi manfaat (p = 0,169), Persepsi hambatan (p = 0,066), Isyarat untuk bertindak (p = 0,473), dan Kemampuan diri (p = 0,712) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Probosiwi et al. (2026) conducted a cross-sectional in Hypertension (n=90). Health Belief Model components (overall health beliefs) was evaluated on Correlation between Health Belief Model components simultaneously and the level of adherence to pharmacotherapy regimen measured by MARS (r = 0.249, p=0.033). The Health Belief Model components simultaneously demonstrated a significant but weak positive correlation with pharmacotherapy adherence levels among hypertensive patients (r = 0.249, p = 0.033).
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: