This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
memerlukan penatalaksanaan jangka panjang melalui penerapan diet rendah garam guna mengontrol tekanan darah dan mencegah risiko timbulnya komplikasi kardiovaskular. Kepatuhan diet ini sering kali terhambat oleh kebiasaan makan lama, kurangnya pengetahuan, serta penurunan fungsi sensorik, sehingga kehadiran keluarga sangat berpengaruh dalam membantu lansia mematuhi aturan diet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam di kalangan lansia penderita hipertensi di Gereja GKE Galilea Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan dimensi House dan Friedman untuk mengukur dukungan keluarga dan Dietary Sodium Restriction Questionnaire (DSRQ) untuk mengukur kepatuhan diet rendah garam. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori mendukung (55,6%) dan memiliki tingkat kepatuhan diet rendah garam pada kategori rendah (47,2%). Uji Rank Spearman memperoleh nilai p < 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,828, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi sangat kuat dan arah hubungan positif antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet rendah garam. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia penderita hipertensi di Gereja GKE Galilea Palangka Raya. Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan, semakin tinggi ketaatan lansia dalam membatasi asupan natrium harian.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Tarigan et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: