Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akibat promo Shopee di media sosial. Pesatnya perkembangan media sosial telah mendorong platform e-commerce memanfaatkan berbagai strategi promosi, seperti flash sale, gratis ongkir, cashback, dan diskon terbatas, yang mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa aktif yang menggunakan media sosial dan pernah melakukan pembelian di Shopee karena terpapar promosi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena FOMO muncul karena adanya tekanan sosial dari lingkungan pertemanan, influencer, serta strategi pemasaran Shopee yang menciptakan kesan kelangkaan dan keterbatasan waktu. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa melakukan pembelian impulsif, membeli barang yang tidak menjadi kebutuhan utama, serta mengikuti tren konsumsi di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO berperan dalam membentuk perilaku konsumtif mahasiswa, sehingga diperlukan peningkatan literasi digital dan pengendalian diri agar keputusan pembelian dilakukan secara lebih rasional. Kata Kunci: Fear of Missing Out (FOMO), perilaku konsumtif, media sosial, Shopee, mahasiswa.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Marpaung et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: