Pendahuluan: Preeklampsia masih menjadi salah satu penyebab kematian pada ibu hamil setelah usia 20 minggu, yang ditandai peningkatan tekanan darah pada ibu hamil. Sampai saat ini angka kejadian preeklampsia sekitar 2,8% pada negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Tujuan penanganan preeklampsia adalah mencegah terjadinya perburukan yang mengarah pada mortalitas ibu dan janin. Laporan Kasus: Pasien Perempuan usia 20 tahun G1P0AO usia kehamilan 32 dengan keluahan nyeri perut bagian bawah dan keluar darah dari jalan lahir yang sudah dialami kurang lebih 1 hari. Keluhan disertai dengan sakit kepala, mual, dan muntah sebanyak empat kali. Sebelum hamil pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Kesimpulan: Preeklampsia sendiri merupakan kondisi peningkatan tekanan darah setelah usia 20 minggu dengan tekanan darah > 140/90 mmHg, dikatakan preeklampsia berat apabila tekanan darah > 160/110 mmHg dan terdapat proteinuria menetap. Dalam kasus ini penanganan preeklampsia berat berupa pemberian MgSO4 sebagai antikonvulsan dan pemeberian antihipertensi nifedipine dan metildopa.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Wijayanti et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: