Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menyebabkan masyarakat semakin mudah mengakses informasi melalui media sosial dan internet. Namun, kondisi tersebut juga meningkatkan penyebaran hoaks yang dapat memberikan dampak negatif bagi anak dan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta pemahaman mengenai dampak dan bahaya hoaks pada siswa Tahfizhul Qur’an Al-Afdhal Mujahid Bangkala Sudiang Makassar. Peserta kegiatan terdiri dari siswa tingkat SD, SMP, dan SMA. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi interaktif, dan sesi tanya jawab yang disesuaikan dengan tingkat usia peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung terkait pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai cara mengenali informasi palsu, penggunaan media sosial secara bijak, serta pentingnya melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun pola pikir kritis dan perilaku digital yang bertanggung jawab pada siswa selaku kelompok sasaran.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Fitriana et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: