Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Ibu balita di Kelurahan Jakamulya, khususnya di wilayah kerja Posyandu Rambutan IV, masih menunjukkan indikasi risiko gangguan pertumbuhan yang ditandai oleh hasil pemantauan Kartu Menuju Sehat (KMS) pada garis kuning hingga merah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya strategi komunikasi persuasif yang tidak hanya menyampaikan informasi gizi, tetapi juga membangun pemahaman dan mendorong perhatian orang tua terhadap pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi persuasif yang dilakukan oleh kader Posyandu Rambutan IV dalam mencegah stunting di Kelurahan Jakamulya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kader dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Pada tahap pelaksanaan, strategi tersebut dapat dipahami melalui tiga pendekatan Melvin DeFleur dan Sandra J. Ball-Rokeach, yaitu psikodinamika yang memperhatikan kondisi emosional ibu balita, sosiokultural yang mempertimbangkan pengaruh keluarga dan lingkungan, serta konstruksi makna yang berupaya meluruskan pemahaman keliru mengenai penyebab stunting dan pemenuhan gizi. Temuan penelitian memperlihatkan adanya pengetahuan dan kepedulian ibu balita yang mendukung pencegahan stunting. Adapun perubahan perilaku yang disebutkan dalam penelitian perlu dipahami berdasarkan keterangan informan dan dokumentasi yang diperoleh selama penelitian. Kata Kunci: Kader Posyandu, Pencegahan Stunting, Strategi Komunikasi Persuasif.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Putri et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 8 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: