Answers are grounded in this paper and cite their sources.
This study analyzes the accountability and transparency of national zakat management in Indonesia based on the National Zakat Management Reports for the period 2023–2025. Employing a descriptive-comparative analysis of secondary data, the study compares year-on-year growth rates, disbursement-to-collection ratios (DCR), and reporting compliance ratios across the three reporting years. Rooted in agency theory and standard Islamic accounting (PSAK 109), the study evaluates institutional expansion, collection trends, disbursement effectiveness, and mustahiq socio-economic graduation. The findings reveal a significant increase in reporting compliance (97.33% in 2025) and collection growth reaching IDR 44.70 trillion, driven by digital transformation via SIMBA and NIK integration. Highly efficient disbursement ratios (89.93%–96.55% for on-balance sheet funds) and growing auditor compliance (175 audited OPZs in 2025) demonstrate strengthened public trust and reduced agency costs. ABSTRAK Kajian ini menganalisis akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat nasional di Indonesia berdasarkan Laporan Pengelolaan Zakat Nasional periode 2023–2025. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-komparatif terhadap data sekunder dengan membandingkan tingkat pertumbuhan tahunan, rasio penyaluran terhadap penghimpunan (DCR), dan rasio kepatuhan pelaporan antartahun. Berlandaskan teori keagenan dan standar akuntansi syariah (PSAK 109), penelitian ini mengevaluasi ekspansi kelembagaan, tren penghimpunan, efektivitas penyaluran, serta graduasi sosio ekonomi mustahik. Hasil kajian menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan pelaporan (97,33% pada 2025) dan pertumbuhan penghimpunan hingga mencapai Rp44,70 triliun, yang didorong oleh transformasi digital melalui SIMBA dan integrasi NIK. Rasio penyaluran yang sangat efisien (89,93%–96,55% untuk dana on-balance sheet) serta peningkatan kepatuhan audit (175 OPZ diaudit pada 2025) membuktikan semakin kuatnya kepercayaan publik dan menurunnya biaya keagenan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Oki Sania Riski (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: