Kebakaran merupakan salah satu bencana dengan risiko tinggi di pasar tradisional yang dapat mengakibatkan kerugian material, cedera, hingga kematian. Kesiapsiagaan pedagang dalam tanggap darurat sangat krusial guna meminimalkan dampak buruk bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan sikap pedagang terhadap tanggap darurat bahaya kebakaran di Pasar Inpres Lhokseumawe. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 97 pedagang yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji alternatif Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia pekerja (42,3%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), berpendidikan SMA/SMK (72,2%), dan pernah mengalami kejadian kebakaran (73,2%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (96,9%) dan sikap positif (94,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap pengetahuan (p = 0,044) dan sikap (p = 0,021), serta pengaruh signifikan antara pengalaman kebakaran terhadap pengetahuan (p = 0,004) dan sikap (p = 0,000). Sebaliknya, faktor usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan maupun sikap (p > 0,10). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan pengalaman merupakan faktor determinan utama dalam kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran pedagang. Disarankan kepada pengelola pasar dan instansi terkait untuk memfasilitasi sarana proteksi kebakaran aktif seperti APAR dan sistem alarm, serta menyelenggarakan pelatihan simulasi kebakaran secara berkala. Kata kunci: Kebakaran, Pasar Tradisional, Tanggap Darurat, Pengetahuan, Sikap Abstract Fire disaster is a major hazard in traditional markets that often leads to severe property loss, physical injury, and fatalities. Traders' emergency response preparedness plays a vital role in mitigating the catastrophic consequences of fire incidents. This study aims to analyze the factors influencing traders' knowledge and attitudes toward fire emergency response at Pasar Inpres Lhokseumawe. An analytical quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 97 active traders selected via accidental sampling. Data were collected using a validated and reliable structured questionnaire, followed by univariate and bivariate analysis using Fisher's Exact Test. The results revealed that the majority of respondents were in the working age category (42.3%), female (54.6%), had senior high school education (72.2%), and had prior fire experience (73.2%). Most traders demonstrated good knowledge (96.9%) and positive attitudes (94.8%). Bivariate analysis demonstrated a statistically significant influence of formal education on knowledge (p = 0.044) and attitude (p = 0.021), as well as prior fire experience on knowledge (p = 0.004) and attitude (p = 0.000). Conversely, age and gender showed no significant influence (p > 0.10). In conclusion, formal education level and direct disaster experience are significant determinants shaping fire preparedness among market traders. It is strongly recommended that local municipal authorities provide standardized fire suppression systems (such as fire extinguishers and early warning alarms) and conduct routine emergency simulation drills.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Zahwa et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: