Manajemen pembelajaran yang baik menentukan tercapainya tujuan Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan fungsi manajemen, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling), dalam pembelajaran PAI di MTs Salafiyah Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru PAI. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengorganisasian dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran (RPP, silabus, Prota, dan Promes) yang mengacu pada standar Kementerian Agama dan kesepakatan kelompok kerja guru, serta pemanfaatan media berbasis teknologi dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pelaksanaan pembelajaran menghadapi kendala berupa menurunnya konsentrasi siswa pada jam siang dan pengaruh faktor lingkungan, yang disikapi guru dengan ice breaking, permainan edukatif, dan peran guru sebagai pembimbing, motivator, serta teman belajar. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan administrasi guru dan supervisi pengawas Kemenag, sedangkan evaluasi hasil belajar ditindaklanjuti dengan program remedi dan pengayaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen saling terkait dan menuntut kemampuan guru menyesuaikan strategi dengan kondisi peserta didik.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Maulida et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: