The utilization of unused home yards for catfish farming is an alternative approach to community empowerment through the optimization of local resources and the development of productive enterprises. This community service activity, conducted under the Community-Based Empowerment scheme, took place in RT 02 RW 01, Kalibanteng Kulon Urban Village, West Semarang District, Semarang City, Indonesia. The activity was motivated by the community’s limited knowledge and skills in utilizing home yards for catfish farming, managing pond wastewater, and using digital marketing to support business development. This activity aimed to improve community members’ understanding and skills in implementing catfish farming through the productive use of home yards. The implementation methods consisted of program socialization, training, and evaluation using pre-tests and post-tests. The evaluation results showed an increase in the achievement percentages across all reported test items. The highest increase was recorded for item C.1, at 40.00%, while the lowest increases were recorded for items A.2 and B.2, each at 17.50%. These findings indicate an improvement in participants’ understanding after the training. However, the successful application of catfish farming skills, pond wastewater management, and digital marketing cannot be confirmed solely on the basis of knowledge test results. Therefore, this activity represents an initial step toward encouraging the productive use of home yards, while its sustainability and economic impact require further evaluation through monitoring of farming practices, harvest yields, sales, and community income. ABSTRAK Pemanfaatan lahan pekarangan kosong untuk budidaya ikan lele merupakan salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal dan pengembangan usaha produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini dilaksanakan di RT 02 RW 01, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya ikan lele, mengelola limbah air kolam, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk mendukung pengembangan usaha. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan budidaya ikan lele berbasis pemanfaatan lahan pekarangan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan persentase capaian pada seluruh butir soal yang dilaporkan. Peningkatan tertinggi terdapat pada butir soal C.1 sebesar 40,00%, sedangkan peningkatan terendah terdapat pada butir soal A.2 dan B.2, masing-masing sebesar 17,50%. Temuan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Namun, keberhasilan penerapan keterampilan budidaya, pemanfaatan limbah air kolam, dan pemasaran digital belum dapat dipastikan hanya berdasarkan hasil tes pengetahuan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif, yang keberlanjutan dan dampak ekonominya masih perlu dievaluasi melalui pemantauan praktik budidaya, hasil panen, penjualan, dan pendapatan masyarakat.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Budirahardjo et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: