Keberagaman kemampuan akademik dan latar belakang sosial-ekonomi siswa SMA/SMK menuntut pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang berbasis bukti. Namun, profiling siswa secara komprehensif yang mengintegrasikan data akademik dan sosial-ekonomi secara simultan belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan memetakan profil siswa SMA/SMK dengan mengintegrasikan data nilai akademik dan status sosial ekonomi menggunakan metode K-Means Clustering. Dataset terdiri dari 45.244 data siswa dengan 11 variabel, yang diproses melalui kerangka Knowledge Discovery in Databases (KDD). Seleksi fitur menggunakan dua variabel utama: nilai_total (jumlah nilai tiga mata pelajaran) dan desil_kesejahteraan (1–10). Setelah penghapusan data yang hilang, diperoleh 42.722 data valid. Standardisasi data dilakukan menggunakan StandardScaler. Jumlah klaster optimal (K=4) ditentukan menggunakan Elbow Method dengan KneeLocator. Hasil evaluasi menunjukkan Silhouette Score sebesar 0,3658 dan Davies-Bouldin Index (DBI) sebesar 0,8589. Empat klaster yang terbentuk: Klaster 0 (Profil Unggul Sejahtera, n=9.870), Klaster 1 (Profil Rentan, n=10.896), Klaster 2 (Profil Sejahtera Berkembang, n=12.454), dan Klaster 3 (Profil Potensial Terbatas, n=9.502). Temuan ini memberikan landasan empiris bagi perancangan intervensi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat sasaran sesuai kebijakan Kurikulum Merdeka.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Yogantara et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: