Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an important indicator in disease prevention and health promotion, particularly in Islamic boarding schools with communal living systems. Jati Sanan Islamic Boarding School in Blitar Regency is still categorized at PHBS level 2 and does not yet have a Pos Kesehatan Pesantren (Islamic Boarding School Health Post), indicating the need for more effective health promotion strategies. Interpersonal Communication (IPC) is considered more effective than one-way counseling because it allows dialogic interaction, direct feedback, and stronger behavioral commitment. This study employed a quantitative approach using a pretest–posttest control group design. The sample size was determined using the G*Power application, resulting in 128 respondents selected through random sampling and divided into 64 control group participants and 64 experimental group participants. The IPC intervention was implemented through three stages: warm-up, play and learn, and commitment reinforcement. Educational methods included the “Soap–Sick” clapping game for handwashing with soap (HWWS), a car analogy to explain balanced nutrition, and an educational song to strengthen non-smoking awareness. Thirty-two respondents in the experimental group received a follow-up intervention using the same method. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. The experimental group showed significant improvements in handwashing with soap behavior, balanced nutrition practices, and overall PHBS scores (p 0.05) compared to the control group, along with stronger commitment to non-smoking behavior. Statistical analysis indicated that interpersonal communication had a significant effect on improving HWWS, balanced nutrition, and overall PHBS. The follow-up intervention also demonstrated significant results (p 0.05), indicating that continuous communication is effective in sustaining healthy behavior changes in the Islamic boarding school environment. Keywords: Balanced Nutrition, HWWS, Interpersonal Communication, Islamic Boarding School, PHBS. ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan indikator penting dalam pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan, terutama di lingkungan pondok pesantren dengan sistem kehidupan komunal. Pondok Pesantren Jati Sanan Kabupaten Blitar masih berada pada strata PHBS tingkat 2 dan belum memiliki Pos Kesehatan Pesantren sehingga diperlukan strategi promosi kesehatan yang efektif. Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dipandang lebih efektif dibandingkan penyuluhan satu arah karena memungkinkan interaksi dialogis, umpan balik langsung, serta penguatan komitmen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest control group design. Penentuan jumlah sampel menggunakan aplikasi G Power, diperoleh 128 responden yang dipilih melalui random sampling dan dibagi menjadi 64 kelompok kontrol serta 64 kelompok eksperimen. Intervensi KAP dilaksanakan melalui tahapan pemanasan, bermain dan belajar, serta kunci komitmen dengan metode permainan edukatif berupa adu tepuk “Sabun–Sakit” untuk CTPS, analogi mobil untuk gizi seimbang, serta lagu edukatif untuk tidak merokok. Sebanyak 32 responden pada kelompok eksperimen menerima intervensi lanjutan yang sama. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS), gizi seimbang, dan PHBS total (p 0,05) dibandingkan kelompok kontrol, serta penguatan komitmen tidak merokok. Analisis statistik menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan CTPS, gizi seimbang, dan PHBS total. Intervensi lanjutan juga menunjukkan hasil signifikan (p 0,05) yang menandakan bahwa komunikasi berkelanjutan mampu mempertahankan perubahan perilaku sehat di lingkungan pesantren. Kata Kunci: CTPS, Gizi Seimbang, Komunikasi Antar Pribadi, Pesantren, PHBS.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Fanani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: