Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi hidroponik sederhana berbasis urban farming dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan ketahanan pangan rumah tangga. Keterbatasan lahan di wilayah urban mendorong kebutuhan sistem produksi pangan yang efisien, murah, dan mudah diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen skala rumah tangga. Sistem hidroponik dibangun menggunakan metode NFT sederhana dengan material lokal dan daur ulang. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman, efisiensi penggunaan air, dan kontribusi hasil panen terhadap kebutuhan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hidroponik sederhana mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang stabil dengan penggunaan air yang jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Sistem juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan konsumsi sayuran rumah tangga. Desain vertikal dan penggunaan material sederhana meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas sistem pada ruang terbatas. Selain itu, sistem ini mendukung konsep keberlanjutan melalui pengurangan limbah dan efisiensi sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hidroponik sederhana berbasis urban farming dapat menjadi solusi praktis untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di wilayah urban. Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan otomatisasi dan skala implementasi sistem.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Juliansyah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: