Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Anemia in adolescent girls remains a public health problem with high prevalence, including at SMA Negeri 1 Rote Barat Laut which recorded the highest anemia cases (58.24%) in Rote Ndao Regency. This study aimed to develop and test the effectiveness of a web-based anemia prevention education model "Ita.Malole" in improving knowledge, attitudes, and practices of adolescent girls regarding anemia. This research used Research and Development (RD) integrated with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 65 grade XI students selected through simple random sampling. The intervention involved independent access to the "Ita.Malole" website for 4 weeks. Data were analyzed using the McNemar test (α=0.05). The "Ita.Malole" model was validated as feasible by experts. There were significant improvements in knowledge (p=0.038) from 64.6% to 83.1%; attitudes (p=0.000) from 60.0% to 84.6%; and practices (p=0.002) from 44.6% to 75.4%. Technology acceptance was in the very high category (95.4%). Conclusion: The web-based education model "Ita.Malole" proved effective and highly acceptable in improving knowledge, attitudes, and practices of anemia prevention among adolescent girls. It is recommended that schools integrate this model into the School Health Program and replicate it in other schools as a digital health education innovation. Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Attitude, Knowledge, Practice, Web-Based Education. ABSTRAK Anemia pada remaja putri tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi, termasuk di SMA Negeri 1 Rote Barat Laut yang mencatat kasus anemia tertinggi (58,24%) di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pendidikan pencegahan anemia berbasis web “Ita.Malole” dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik remaja putri terkait anemia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RD) yang diintegrasikan dengan desain pre-eksperimental satu kelompok pretest-posttest. Sampel terdiri dari 65 siswa kelas XI yang dipilih melalui sampling acak sederhana. Intervensi melibatkan akses mandiri ke situs web “Ita.Malole” selama 4 minggu. Data dianalisis menggunakan uji McNemar (α=0,05). Model “Ita.Malole” dinyatakan layak oleh para ahli. Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan (p=0.038) dari 64,6% menjadi 83,1%; sikap (p=0.000) dari 60,0% menjadi 84,6%; dan praktik (p=0.002) dari 44,6% menjadi 75,4%. Penerimaan teknologi berada pada kategori sangat tinggi (95,4%). Kesimpulan: Model pendidikan berbasis web “Ita.Malole” terbukti efektif dan sangat diterima dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan anemia di kalangan remaja putri. Disarankan agar sekolah mengintegrasikan model ini ke dalam Program Kesehatan Sekolah dan mereplikasinya di sekolah lain sebagai inovasi pendidikan kesehatan digital. Kata Kunci: Remaja Putri, Anemia, Sikap, Pengetahuan, Praktik, Pendidikan Berbasis Web.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Allo et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: