Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, menghadirkan beragam narasi mengenai kehidupan pernikahan yang dapat memengaruhi cara Generasi Z memahami dan memaknai pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi alumni Universitas Malikussaleh sebagai Generasi Z terhadap narasi ketakutan menikah (Marriage is Scary) yang ditemukan melalui algoritma TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima alumni yang telah bekerja, belum menikah, aktif menggunakan TikTok, dan pernah menemukan konten Marriage is Scary. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten mengenai kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, konflik keluarga, dan persoalan ekonomi memengaruhi cara informan memandang risiko pernikahan. Persepsi yang terbentuk bervariasi, mulai dari ketakutan dan keinginan menunda pernikahan hingga sikap lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Informan juga menyeleksi informasi berdasarkan relevansi, kredibilitas, pengalaman, dan kesiapan pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok menjadi salah satu sumber pembentukan pemahaman mengenai pernikahan, sedangkan pemaknaannya tetap dipengaruhi oleh pengalaman dan interpretasi individu.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sari et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: