Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Reading proficiency serves as the fundamental cornerstone of basic literacy in primary education, yet early-grade mastery often encounters substantial obstacles. This study aimed to analyze the specific forms of early reading difficulties and identify contributing factors among first-grade students at SDN Kembangarum 01 Semarang. A qualitative descriptive design was employed, focusing on five students selected through purposive sampling. Data were gathered through early reading assessment tests, classroom observations, in-depth interviews with the teacher and parents, and documentation. The most prominent findings revealed that all five subjects experienced pronounced difficulties in discriminating visually similar letters (b-d, p-q), articulating diphthongs, and decoding complex consonant clusters (ng, ny), resulting in faltering reading fluency. These difficulties were influenced by internal factors, including communicative anxiety, physical fatigue, and fluctuating attention spans, as well as external elements such as limited visual media and varying domestic learning support. ABSTRAK Kemampuan membaca merupakan fondasi utama literasi dasar di sekolah dasar, namun penguasaannya pada kelas awal masih menghadapi tantangan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan membaca permulaan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kendala tersebut pada peserta didik kelas 1 SDN Kembangarum 01 Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif terhadap lima peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Temuan paling menonjol menunjukkan bahwa kelima subjek mengalami hambatan utama dalam membedakan huruf serupa (b-d, p-q), melafalkan diftong, dan membaca kata berpola konsonan rangkap (ng, ny), yang mengakibatkan kelancaran membaca menjadi tersendat-sendat. Kendala ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa cemas, kelelahan fisik, dan fluktuasi konsentrasi, serta faktor eksternal berupa keterbatasan media visual dan intensitas pendampingan belajar di rumah.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rosita et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: