Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Mastering English speaking skills in elementary schools is often hindered by conventional classroom instruction that lacks interactive communicative stimulation. Learning beyond the classroom through Extramural English (EE) provides a promising alternative to create contextual, pressure-free oral language experiences. This qualitative case study aimed to investigate the pedagogical implementation of Extramural English, teacher and student perceptions, and the challenges encountered in an East Java primary school. Data were gathered through direct classroom observations and semi-structured interviews involving one English teacher and 15 purposively selected upper-grade students. The findings revealed that multimodal activities utilizing Interactive Flat Panels (IFP), YouTube videos, digital games, and English songs fostered strong affective engagement and speaking confidence, despite ongoing obstacles regarding phonological pronunciation and large-group classroom management. Consequently, Extramural English serves as an impactful approach to cultivating speaking willingness beyond the classroom when supported by systematic phonetic guidance and structured behavioral management. ABSTRAK Penguasaan keterampilan berbicara bahasa Inggris di sekolah dasar sering kali terkendala oleh metode pembelajaran konvensional yang minim stimulasi interaktif. Pembelajaran di luar kelas melalui pendekatan Extramural English (EE) menawarkan alternatif potensial untuk menciptakan pengalaman belajar berbicara yang kontekstual dan rekreatif. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Extramural English, persepsi guru dan siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran berbicara di sekolah dasar Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara mendalam terhadap seorang guru bahasa Inggris serta 15 siswa kelas IV hingga VI yang mengikuti ekstrakurikuler conversation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media digital seperti Interactive Flat Panel (IFP), lagu, video YouTube, dan permainan interaktif berhasil menumbuhkan respons afektif positif, menurunkan kecemasan berbahasa, dan meningkatkan keberanian berbicara siswa, meskipun kendala artikulasi fonetik serta manajemen kelas besar masih ditemukan. Dengan demikian, Extramural English terbukti efektif memperkuat motivasi berbicara di luar kelas asalkan didukung oleh pendampingan fonik terarah dan manajemen interaksi yang adaptif.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Kurnia Putri Rahayu (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: