Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Reading comprehension represents a cornerstone of academic literacy for English as a foreign language (EFL) undergraduate learners. This cross-sectional descriptive-correlational inquiry investigates the statistical relationship between receptive vocabulary knowledge and reading comprehension among English education students at Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. A total of 87 active undergraduates across three entry cohorts were recruited via proportional simple random sampling, satisfying the a priori sample size requirement determined using G*Power 3.1. Receptive vocabulary was operationalized using the updated Vocabulary Levels Test (VLT) across the 2,000-, 3,000-, and 4,000-word frequency bands, while reading comprehension was measured through a standardized 50-item TOEFL-based reading test. Pearson product-moment correlation analysis revealed a statistically significant, upper-moderate positive association between receptive vocabulary knowledge and reading comprehension performance (r = .596, p < .001), complemented by Welch's t-test showing higher comprehension scores among the high-vocabulary cohort (t = 2.436, p = .018, Cohen's d = 0.540). These findings substantiate the predictive value of high-frequency lexical competence in supporting academic reading comprehension within an Indonesian Islamic higher education setting. ABSTRAK Pemahaman bacaan merupakan keterampilan akademik yang sangat penting bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language / EFL). Penelitian kuantitatif deskriptif-korelasional dengan pendekatan potong-lintang (cross-sectional) ini bertujuan untuk menguji hubungan statistik antara pengetahuan kosakata reseptif dan pemahaman bacaan pada mahasiswa sarjana di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. Sebanyak 87 mahasiswa aktif dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 dilibatkan melalui teknik penarikan sampel acak sederhana proporsional (proportional simple random sampling) berdasarkan perhitungan daya uji a priori menggunakan G*Power 3.1. Pengetahuan kosakata reseptif diukur menggunakan Vocabulary Levels Test (VLT) edisi mutakhir pada rentang frekuensi 2.000, 3.000, dan 4.000 kata, sedangkan pemahaman bacaan dievaluasi melalui tes objektif berbasis format Test of English as a Foreign Language (TOEFL). Analisis korelasi Pearson product-moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik pada batas atas kategori sedang (r = 0,596, p < 0,001), dan uji Welch's t-test pascapembagian median (median split) memperlihatkan bahwa kelompok berkosakata tinggi memperoleh skor pemahaman bacaan yang lebih tinggi secara signifikan (t = 2,436, p = 0,018, d Cohen = 0,540). Temuan ini mengonfirmasi peran prediktif kosakata reseptif terhadap pemahaman bacaan teks akademik serta memberikan kontribusi empiris dari konteks perguruan tinggi Islam di Indonesia.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Ihsani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: