Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Classroom management plays an important role in creating a conducive learning environment. In Islamic education, it also supports character development through the internalization of spiritual values. However, studies that specifically examine Sufistic values as an operational approach to classroom management at the elementary school level remain limited. This study aims to describe the implementation of Sufistic values-based classroom management, examine its contribution to a harmonious learning environment, and identify its supporting and inhibiting factors at SDIT Idrisiyyah Tamansari. A descriptive qualitative approach was employed involving 14 informants: one principal, five classroom teachers, and eight students selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that Sufistic values were integrated into classroom management through prayer, dhikr, recitation of Asmaul Husna and Al-Ma'tsurat, muhasabah, and teacher role modeling in cultivating patience, sincerity, and adab. These practices contributed to harmonious teacher–student and peer relationships through humanistic, dialogical, and non-punitive approaches. Supporting factors included the principal’s commitment, continuous teacher development, and a strong religious school culture, while inhibiting factors included differences in parenting styles and the influence of digital technology on student behavior. The study concludes that integrating Sufistic values into classroom management contributes to a more harmonious learning environment and strengthens students’ character habituation. ABSTRAK Manajemen kelas berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dalam pendidikan Islam, manajemen kelas juga mendukung pembentukan karakter melalui internalisasi nilai-nilai spiritual. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji nilai-nilai sufistik sebagai pendekatan operasional dalam manajemen kelas di tingkat sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kelas berbasis nilai sufistik, menganalisis kontribusinya terhadap terciptanya lingkungan belajar yang harmonis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya di SDIT Idrisiyyah Tamansari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 14 informan, terdiri atas satu kepala sekolah, lima guru kelas, dan delapan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik diintegrasikan ke dalam manajemen kelas melalui doa, dzikir, pembacaan Asmaul Husna dan Al-Ma'tsurat, muhasabah, serta keteladanan guru dalam menanamkan nilai sabar, ikhlas, dan adab. Praktik tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik maupun antarpeserta didik melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan non-punitif. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala sekolah, pembinaan guru secara berkelanjutan, dan budaya sekolah yang religius, sedangkan faktor penghambat mencakup perbedaan pola asuh keluarga dan pengaruh teknologi digital terhadap perilaku peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai sufistik dalam manajemen kelas berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang lebih harmonis dan memperkuat pembiasaan karakter peserta didik.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Jalaludin et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 10 related papers. Consider them for comparative context: