Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Industrial waste is generally still viewed as an operational residue oriented toward environmental aspects, resulting in its economic potential not being optimally utilized. This study aims to analyze the role of waste segregation in creating economic value and its contribution to the company’s financial performance from the perspective of the Resource-Based View (RBV). The study employed a qualitative approach with a case study design at PT Karya Gumilang Kencana. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The results indicate that the company experienced a paradigm shift in waste management, transforming waste from an operational residue into an internal resource with economic value. The systematic waste segregation process was proven to improve both the quality and selling price of waste materials, particularly clean plastic waste, which has a higher market value compared to contaminated plastic waste. Waste sales data showed an increase from IDR 499,794,700 in 2023 to IDR 737,847,500 in 2025. This study confirms that waste management through segregation processes functions not only as an operational activity but also as a corporate strategy to enhance economic value and strengthen sustainability-based financial performance. The practical implications of this study highlight the importance of strengthening waste sales Monitoring systems and integrating waste management into the company’s managerial accounting system. Abstrak Limbah industri umumnya masih dipandang sebagai residu operasional yang berorientasi pada aspek lingkungan sehingga potensi ekonomisnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemilahan limbah dalam membentuk nilai ekonomis serta kontribusinya terhadap kinerja keuangan perusahaan ditinjau dari perspektif Resource-Based View (RBV). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada PT Karya Gumilang Kencana. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mengalami perubahan paradigma dalam pengelolaan limbah, yaitu dari limbah sebagai residu operasional menjadi sumber daya internal yang memiliki nilai ekonomis. Proses pemilahan limbah yang dilakukan secara sistematis terbukti meningkatkan kualitas dan harga jual limbah, terutama pada limbah plastik bersih yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan plastik kotor. Data penjualan limbah menunjukkan peningkatan dari Rp499.794.700 pada tahun 2023 menjadi Rp737.847.500 pada tahun 2025. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan limbah melalui proses pemilahan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas operasional, tetapi juga sebagai strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai ekonomis dan memperkuat kinerja keuangan berbasis keberlanjutan. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem Monitoring penjualan limbah dan integrasi pengelolaan limbah ke dalam sistem akuntansi manajerial perusahaan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rahayu et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 8 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: