This study examines online gender-based violence (OGBV), with a specific focus on love scamming that occurs on social media platforms. Love scamming is a form of cybercrime that exploits victims financially through fabricated emotional relationships. The research analyzes the legal protections available to OGBV victims and explores recovery efforts that can support them in overcoming trauma. A normative legal approach is employed, using descriptive and analytical methods. The findings reveal that despite the existence of a legal framework, many victims still face significant challenges in obtaining justice and adequate recovery. Effective recovery efforts, including psychological and social support, are crucial in helping victims cope with the psychological impacts of OGBV. Abstrak. Penelitian ini mengkaji kekerasan berbasis gender online (KBGO) dengan fokus pada love scamming yang terjadi di media sosial. Love scamming merupakan bentuk kejahatan siber yang memanfaatkan hubungan emosional palsu untuk mengeksploitasi korban secara finansial. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk menganalisis perlindungan hukum yang diberikan kepada korban KBGO serta upaya pemulihan yang dapat dilakukan untuk membantu mereka pulih dari trauma. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif dengan metode deskriptif dan analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kerangka hukum yang mendukung, banyak korban yang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan keadilan dan pemulihan yang memadai. Upaya pemulihan yang efektif, termasuk dukungan psikologis dan sosial, sangat penting untuk membantu korban mengatasi dampak psikologis dari KBGO.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Tawakal et al. (2025) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: