Abstrak Suaka Margasatwa Sidey Wibain (SMSW) merupakan kawasan konservasi pesisir yang memiliki peran penting sebagai habitat peneluran empat jenis penyu dilindungi, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Aktivitas antropogenik seperti perburuan, pengambilan telur, dan perambahan kawasan menjadi ancaman utama terhadap keberlanjutan populasi penyu. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan kolaboratif berbasis masyarakat dalam perlindungan penyu di kawasan SMSW. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi, sedangkan Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas peran stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi biofisik kawasan masih relatif baik namun rentan terhadap tekanan manusia. BBKSDA Papua Barat memiliki peran dominan (20,60%), diikuti masyarakat adat (16,18%). Strategi utama meliputi penguatan kelembagaan kolaboratif, pemberdayaan masyarakat berbasis adat, pengawasan partisipatif, pengembangan ekowisata, serta pembentukan forum kolaborasi. Pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat terbukti menjadi model pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Korowotjeng et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 related papers. Consider them for comparative context: