This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) menjadi upaya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko hipertensi. Namun, partisipasi masyarakat dalam kunjungan Posbindu masih rendah.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya kunjungan penderita hipertensi ke Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Imogiri 1 Bantul.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain case control dilakukan terhadap 73 responden penderita hipertensi di Padukuhan Karangtalun. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Tingkat kunjungan responden ke Posbindu masih rendah, hanya 35,1% yang rutin berkunjung. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,185), pendidikan (p=0,347), motivasi (p=0,115), dukungan keluarga (p=0,917), dan dukungan kader (p=0,821) dengan kunjungan ke Posbindu. Namun, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan (p=0,000). Kesimpulan: Faktor pengetahuan merupakan variabel utama yang berhubungan dengan kunjungan penderita hipertensi ke Posbindu. Peningkatan edukasi kesehatan diperlukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan Posbindu.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sugiman et al. (2025) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: