Key result
IoT-based ECG sensor shows no significant difference in cardiovascular load measurements vs pulse oximetry.
Why the study?
This study aimed to compare the ergonomic performance of IoT-based ECG AD8232 sensor and pulse oximeter in assessing physiological workload in manufacturing workers.
Does the IoT-based ECG AD8232 sensor provide different % CVL measurements compared to a pulse oximeter in manufacturing workers?
Cross-Sectional (n=21)
Does the IoT-based ECG AD8232 sensor provide different % CVL measurements compared to a pulse oximeter in manufacturing workers?
p-value: p=0.146
The ECG AD8232 sensor and pulse oximeter show comparable performance in assessing cardiovascular load in manufacturing workers, validating both as acceptable monitoring tools.
IoT ECG sensors may offer viable alternatives for occupational CV monitoring; extends device comparison data but remains hypothesis-generating.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja ergonomi (menggunakan sensor Electrocardiogram ECG- AD8232 berbasis Internet of Things (IoT)) dan (pulse oximeter) melalui pengukuran % CVL pada 21 pekerja di industry manuaktur, serta menguji apakah terdapat perbedaan signifikan secara statistik dalam pengukuran antara kedua alat tersebut. Pengujian dilakukan dengan merekam data detak jantung secara real-time, di mana sensor AD8232 dihubungkan ke mikrokontroler ESP32 dan platform Blynk, sedangkan oximeter menggunakan metode photoplethysmography (PPG) dengan tampilan langsung pada layar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor AD8232 unggul dalam kestabilan pembacaan, akurasi sinyal ECG, dan dukungan pemantauan jarak jauh, sedangkan oximeter lebih unggul dalam kemudahan penggunaan. Hasil dari pengujian berpasangan pada subjek yang sama untuk Uji distribusi normal (Shapiro-Wilk) pada data selisih CVL menunjukkan nilai p-value (0.003) lebih kecil dari tingkat signifikansi (0.05) sehingga data selisih tersebut tidak terdistribusi normal, selanjutnya hasil uji non-parametrik Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value (0.146) lebih besar dari tingkat signifikansi (0.05) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam % CVL diantara kedua Alat, sehingga kedua alat tersebut menunjukkan kinerja yang serupa dalam hal variabilitas pengukuran % CVL dan masih bisa diterima sebagai alat alternatif pemantauan denyut jantung dan perhitungan CVL.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Siswiyanti et al. (2025) conducted a cross-sectional in Physiological workload assessment (n=21). ECG AD8232 sensor vs. Pulse oximeter was evaluated on % Cardiovascular Load (CVL) (p=0.146). The IoT-based ECG AD8232 sensor showed no significant difference in % cardiovascular load measurements compared to a pulse oximeter (P=0.146), with both serving as acceptable alternatives.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: