Key result
Comprehensive medical management including antihypertensives, antidiabetics, statins, and a neuroprotector led to clinical improvement in a patient with uncontrolled type 2 diabetes, hypertensive emergency, and hemorrhagic stroke.
Why the study?
Diabetes mellitus type II is a chronic metabolic disease causing hyperglycemia that leads to vascular and organ damage, with associated risks of hypertensive emergency and hemorrhagic stroke.
Case Report (n=1)
Conservative medical management with targeted anti-hypertensive, glycemic control, and lipid-lowering therapies successfully stabilized a patient presenting with hypertensive emergency and hemorrhagic stroke in the setting of uncontrolled Type 2 diabetes.
Supports multimodal therapy in complex cardiometabolic stroke; hypothesis-generating and requires prospective validation.
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Menurut International Diabetes Federation sekitar 537 juta orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. DM merupakan faktor risiko utama berbagai komplikasi kardiovaskular dan serebrovaskular. Laporan Kasus ini mencakup analisis seorang perempuan berusia 47 Tahun yang didiagnosis diabetes melitus tipe II disertai dengan hipertensi emergensi dan stroke hemoragik berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien mempunyai riwayat diabetes melitus sejak 5 tahun dan hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gula darah sewaktu didapatkan 247 mg/dL. Pasien juga didapatkan tekanan darah 190/120 mmHg. Tatalaksana pasien berupa amlodipin 1x10 mg, candesartan 1x16 mg, metformin 2x500 mg, atorvastatin 1x10 mg, dan citicoline 2x500 mg. Pasien dianjurkan diet seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Penanganan diabetes melitus tipe 2 duberikan metformin dalam rangka meningkatkan sensitivitas insulin serta diimbangi dengan diet gizi seimbang untuk membantu menurunkan berat badan. Pemberian amlodipine dan candesartan dan disertai dengan pembatasan garam <5g/hari digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan atorvastatin digunakan untuk menurunkan kadar LDL dalam darah sehingga dapat mencegah resiko peningkatan tekanan darah dan citicoline sebagai neuroprotector. DM Tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, yang dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan berbagai organ target. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu melalui kontrol glukosa darah, pengendalian tekanan darah, serta gaya hidup sehat menjadi sangat penting untuk menurunkan angka komplikasi dan kematian.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Abiwarsa et al. (2025) conducted a case report in Type 2 Diabetes Mellitus, Hypertensive Emergency, Hemorrhagic Stroke (n=1). Comprehensive medical therapy (amlodipine, candesartan, metformin, atorvastatin, citicoline) and lifestyle modifications was evaluated on Clinical improvement. Comprehensive medical management including antihypertensives, antidiabetics, statins, and a neuroprotector led to clinical improvement in a patient with uncontrolled type 2 diabetes, hypertensive emergency, and hemorrhagic stroke.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: