This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Latar Belakang: Hipertensi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg) menjadi krisis kesehatan global dengan 1,13 miliar kasus, sementara di Indonesia prevalensinya 29,2-30,8%. Tren konsumsi kopi meningkat di tengah perdebatan perannya sebagai faktor risiko hipertensi melalui vasokonstriksi akibat kafein. Tujuan: Tinjauan ini menganalisis pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko hipertensi. Metode: Tinjauan pustaka kualitatif dari Google Scholar dan PubMed (2020-2025) dengan kata kunci "hipertensi," "tekanan darah," "konsumsi kopi." Populasi seluruh studi relevan nasional/internasional; sampel 10 artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen tabel analisis literatur; analisis deskriptif-komparatif dengan model Emzir. Hasil: Enam studi tunjukkan hubungan signifikan positif (p<0,05), terutama ≥3 cangkir/hari pada lansia (kenaikan SBP/DBP 5-15 mmHg); empat studi tidak temukan hubungan akibat toleransi kafein. Kesimpulan: Konsumsi kopi sedang-tinggi tingkatkan risiko hipertensi pada kelompok rentan, meski bervariasi berdasarkan dosis dan demografi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Isnanto et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: