Key result
Head-up 30° positioning improves neurological status and stabilizes vitals in severe subarachnoid hemorrhage.
Why the study?
Subarachnoid hemorrhage is a neurological emergency with high mortality and disability risk requiring comprehensive care to prevent complications such as increased intracranial pressure and cerebral perfusion disturbances.
Does the Head Up 30° position improve clinical outcomes and cerebral perfusion in a patient with Subarachnoidal Hemorrhage?
Case Report (n=1)
No
Does the Head Up 30° position improve clinical outcomes and cerebral perfusion in a patient with Subarachnoidal Hemorrhage?
The implementation of a 30° head-up position in a patient with subarachnoid hemorrhage was associated with improvements in consciousness, respiratory pattern, and cerebral perfusion indicators.
Latar Belakang: Subarachnoidal Hemorrhage (SAH) merupakan salah satu jenis stroke hemoragik yang ditandai dengan perdarahan pada ruang subaraknoid dan termasuk kondisi kegawatdaruratan neurologis dengan risiko mortalitas dan kecacatan yang tinggi. Pasien SAH memerlukan penanganan komprehensif untuk mencegah komplikasi seperti peningkatan tekanan intrakranial (TIK) dan gangguan perfusi serebral. Posisi Head Up 30° merupakan intervensi keperawatan non-farmakologis yang direkomendasikan untuk menurunkan TIK dan meningkatkan perfusi serebral. Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan Subarachnoidal Hemorrhage serta mengevaluasi efektivitas penerapan intervensi posisi Head Up 30° terhadap perbaikan kondisi klinis pasien di Ruang Intensive Care Rumah Sakit Edelweiss Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. T, perempuan berusia 72 tahun dengan diagnosis medis Subarachnoidal Hemorrhage yang dirawat di ICU pada tanggal 9-15 Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Intervensi utama yang diterapkan adalah posisi Head Up 30° yang diberikan secara konsisten selama periode perawatan. Hasil: Hasil pengkajian awal menunjukkan pasien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS 7 (E2M4V1), tekanan darah 148/96 mmHg (MAP 115 mmHg), frekuensi napas 34x/menit, dan saturasi oksigen 86-95% dengan nasal kanul 5 LPM. Pemeriksaan CT Scan kepala mengkonfirmasi adanya perdarahan subarachnoid. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan peningkatan TIK, pola napas tidak efektif, dan gangguan mobilitas fisik. Setelah penerapan posisi Head Up 30° selama 5 hari perawatan, terjadi peningkatan GCS menjadi 15 (compos mentis) pada hari ke-3 dan ke-4 perawatan, tekanan darah stabil (108-139/54-80 mmHg), frekuensi napas membaik (13-18x/menit), dan saturasi oksigen meningkat menjadi 97-99% dengan oksigen 2 LPM. Pasien juga menunjukkan perbaikan status neurologis dengan pupil isokor, refleks cahaya positif, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Kesimpulan: Penerapan intervensi posisi Head Up 30° pada pasien dengan Subarachnoidal Hemorrhage terbukti efektif dalam meningkatkan perfusi serebral, menurunkan tekanan intrakranial, memperbaiki pola napas, dan meningkatkan tingkat kesadaran pasien. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian standar asuhan keperawatan pada pasien dengan perdarahan intrakranial di ruang intensif.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hediyanti et al. (2026) conducted a case report in Subarachnoidal Hemorrhage (SAH) (n=1). Head Up 30° position was evaluated on Improvement in Glasgow Coma Scale (GCS) and vital signs. Implementation of a Head Up 30° position for 5 days in a 72-year-old woman with Subarachnoidal Hemorrhage improved her GCS from 7 to 15, stabilized blood pressure, and increased oxygen saturation to 97-99%.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: