This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kemampuan self-care pada pasien gagal jantung di RSAU dr. M. Salamun. Gagal jantung merupakan penyakit kronis yang memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam perawatan diri untuk mencegah perburukan kondisi, menurunkan angka rawat inap ulang, dan meningkatkan kualitas hidup. Motivasi menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi konsistensi pasien dalam menjalankan perilaku self-care. Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 130 pasien gagal jantung, dengan sampel sebanyak 63 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner motivasi serta kuesioner self-care pada pasien gagal jantung. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi masing-masing variabel dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan kemampuan self-care. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kemampuan self-care dalam kategori buruk, yaitu sebanyak 45 orang (71,4%), dan sebagian besar responden juga memiliki motivasi kurang, yaitu sebanyak 38 orang (60,3%). Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa responden dengan motivasi baik cenderung memiliki kemampuan self-care yang lebih baik, sedangkan responden dengan motivasi kurang lebih banyak berada pada kategori self-care buruk. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kemampuan self-care pada pasien gagal jantung di RSAU dr. M. Salamun. Semakin baik motivasi pasien, semakin baik pula kemampuan self-care yang dimiliki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan motivasi perlu menjadi bagian penting dalam intervensi keperawatan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien gagal jantung
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Dewi et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: