This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Latar Belakang: Kurang tidur atau deprivasi tidur telah menjadi masalah kesehatan global, terutama pada populasi dewasa muda. Tujuan: Meninjau hubungan antara durasi tidur pendek dengan risiko peningkatan tekanan darah dan mekanisme fisiologis yang mendasarinya. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci: “sleep deprivation”, “short sleep duration”, “blood pressure”, dan “hypertension” dengan operator Boolean AND/OR. Rentang publikasi dibatasi pada tahun 2021–2025. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa durasi tidur <6 jam secara konsisten meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik melalui aktivasi sistem saraf simpatis, disfungsi endotel, dan stres oksidatif. Bahkan, kurang tidur memengaruhi respons hemodinamik saat berolahraga dan tetap berisiko pada individu dengan berat badan normal. Simpulan: Durasi tidur adekuat (7–8 jam per malam) merupakan komponen penting dalam strategi pencegahan primer hipertensi pada populasi dewasa muda.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Pahlevi et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: