Transformasi digital mendorong perusahaan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan brand awareness. TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan karena memiliki algoritma yang mampu menjangkau audiens secara luas. Namun, masih terdapat keterbatasan penelitian yang mengkaji bagaimana strategi konten pada produk warisan budaya seperti batik dapat meningkatkan brand awareness di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konten dalam meningkatkan brand awareness Dasilva Batik pada platform TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang terdiri atas Owner Dasilva Batik, Social Media Specialist, Admin dan Host Live, serta seorang follower aktif. Analisis data dilakukan berdasarkan dimensi strategi konten yang meliputi content creation, content sharing, connecting, dan community building. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dasilva Batik berhasil meningkatkan brand awareness melalui strategi konten yang menggabungkan unsur edukasi, hiburan, storytelling, dan pemanfaatan tren TikTok. Pada dimensi content creation, konten dikemas secara modern untuk menarik generasi muda tanpa meninggalkan nilai budaya batik. Content sharing dilakukan melalui optimalisasi tren, hashtag, dan tagline “Pakai Batik Nggak Harus Kemeja”. Connecting, diwujudkan melalui interaksi aktif dan responsif dengan audiens, sedangkan community building dilakukan melalui live streaming rutin dan layanan purna jual. Strategi tersebut mampu mendorong audiens mencapai tahap Unaware of Brand, Brand Recognition, Brand Recall, hingga Top of mind. Kata Kunci: Strategi Konten, Brand awareness, TikTok
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Joseph et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: