Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis naratif digital dalam membangun brand trust pada konten TikTok MOP Beauty di kalangan beauty enthusiast. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya engagement konten TikTok MOP Beauty yang belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat kepercayaan merek yang kuat dari audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Stimulus-Organism-Response (SOR) sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui observasi digital dan dokumentasi terhadap konten TikTok mop.beauty serta komentar audiens, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naratif digital pada konten TikTok MOP Beauty membangun brand trust melalui tiga unsur utama, yaitu bukti visual yang konkret, storytelling produk yang personal, dan interaksi aktif antara brand dan audiens. Bukti visual seperti swatch, before-after, dan uji ketahanan produk berfungsi memperkuat validitas kualitas produk. Storytelling yang dikemas secara emosional dan relevan dengan kebutuhan audiens menciptakan kedekatan psikologis, sedangkan respons aktif brand di kolom komentar memperkuat persepsi positif terhadap merek. Dengan demikian, naratif digital tidak hanya berperan dalam meningkatkan engagement, tetapi juga efektif dalam membangun kepercayaan audiens terhadap MOP Beauty secara bertahap dan berkelanjutan.Kata Kunci: naratif digital, brand trust, TikTok, MOP Beauty, beauty enthusiast.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Handayani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: