Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Merdeka Belajar melalui pembelajaran berdiferensiasi, manajemen kelas, dan pendidikan inklusif dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif yang dikombinasikan dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) terhadap 10 artikel ilmiah yang relevan. Tahapan seleksi literatur dilakukan melalui prosedur identifikasi, penyaringan (screening), uji kelayakan (eligibility), hingga inklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan persamaan, perbedaan, faktor pendukung, serta hambatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Merdeka Belajar memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya. Pembelajaran berdiferensiasi membantu menyesuaikan materi, proses, produk, dan lingkungan belajar dengan kesiapan, minat, serta profil peserta didik. Penerapannya membutuhkan manajemen kelas yang terencana, fleksibel, dan didukung komunikasi positif. Pendidikan inklusif memperkuat penyesuaian pembelajaran terhadap keberagaman peserta didik, sedangkan sarana dan prasarana mendukung efektivitas proses belajar. Di sisi lain, kesiapan guru dan penggunaan asesmen masih menjadi tantangan. Dengan demikian, peningkatan mutu pembelajaran memerlukan keterpaduan antara kebijakan, strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, fasilitas, dan kompetensi guru.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Bancin et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: