Meningkatnya kasus pembuangan limbah medis secara ilegal di Indonesia telah memicu berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui media sosial. Salah satu akun yang secara aktif mengangkat isu ini adalah @PandawaraGrup. Akun tersebut membagikan konten terkait isu lingkungan dengan pendekatan persuasif. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan konten persuasif terkait limbah medis dari akun TikTok @PandawaraGrup terhadap sikap peduli lingkungan Generasi Z di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organisme-Respon (S-O-R) oleh Hovland, Janis, dan Kelley sebagai kerangka teori utamanya, disertai dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert daring yang disebarkan kepada 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan persamaan regresi sebesar 32,815 + 0,268X, dengan nilai t hitung (3,813) > t tabel (sebesar 1,984) pada tingkat signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 0,129 menunjukkan bahwa paparan terhadap konten ini menjelaskan 12,9% variasi dalam sikap peduli lingkungan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa konten @PandowaraGrup membantu dalam pembentukan sikap peduli lingkungan Generasi Z, meskipun bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi. Kata Kunci: komunikasi persuasif, TikTok, limbah medis, sikap peduli lingkungan, Generasi Z.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sari et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: