Keterampilan passing atas merupakan fondasi esensial dalam bola voli, namun observasi awal menunjukkan defisit penguasaan teknik ini pada siswa ekstrakurikuler di SMAN 1 Sangkapura. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan terhadap keterampilan passing atas bola voli. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling pada lima puluh siswa. Instrumen meliputi tes push-up, tes lempar tangkap bola tenis, dan tes passing atas berstandar. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan keterampilan passing atas (koefisien korelasi = 0,675; signifikansi = 0,000). Sebaliknya, koordinasi mata-tangan tidak menunjukkan hubungan parsial yang signifikan (koefisien korelasi = 0,027; signifikansi = 0,851). Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 45,7 persen terhadap kemampuan passing atas. Disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan merupakan determinan fisik paling dominan dalam keberhasilan passing atas pada siswa sekolah menengah, sementara koordinasi mata-tangan berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini memberikan landasan empiris bagi pelatih untuk memprioritaskan program latihan penguatan otot lengan secara progresif.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Alam et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: