Saat ini pemerintah Kota Makassar menggalakkan program urban farming bagi masyarakat di tingkat RT/RW di setiap kelurahan. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat secara mandiri. Kelompok Wanita Tani (KWT) yang terbentuk di setiap kelurahan juga diminta berperan aktif menghasilkan produk-produk pertanian seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun, tanah-tanah di perkotaan umumnya tidak subur karena aktivitas manusia, timbunan bahan bangunan, dan cemaran-cemaran lain dari limbah rumah tangga, industri, rumah sakit, dan pabrik-pabrik. Media tumbuh DAENGKU menawarkan solusi tepat bagi penggiat pertanian perkotaan untuk meningkatkan kesuburan tanah perkotaan. Selain itu, dengan semakin sulitnya ketersediaan tanah subur di perkotaan, maka DAENGKU diharapkan mampu menyediakan media tumbuh yang baik dan memberikan keuntungan ekonomi bagi mitra. Kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat UNHAS-Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan mitra mengelola dan menghasilkan media tanam DAENGKU. Kegiatan pengabdian ini berlangsung sejak April-Juni 2026 di KWT Selasih, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran tentang pengelolaan limbah organik dan eceng gondok dengan teknologi mikroba biodekomposer. Hasil pre-post test menunjukkan lebih 85% dari anggota KWT mengalami peningkatan wawasan dan pengetahuan terkait kegiatan ini. Selain itu, KWT Selasih juga telah berhasil memproduksi dan menjual DAENGKU di toko-toko pertanian, pameran, dan online sekitar 500-600 kg per bulan. Informasi kegiatan ini juga telah tersebar melalui media online dan kanal Youtube Fakultas Pertanian. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Kompos, Mikroba, Pertanian perkotaan, Sayuran. ABSTRACT The Makassar City government is currently promoting urban farming programs for residents at the neighborhood (RT/RW) level in every urban village (*kelurahan*). These programs aim to enhance community food security through self-reliance. Women Farmers' Groups (KWT) established in each village are also encouraged to play an active role in producing agricultural goods such as vegetables and fruits. However, urban soil is generally infertile due to human activity, construction debris, and contamination from household, industrial, hospital, and factory waste. DAENGKU growing medium offers an ideal solution for urban farming enthusiasts looking to improve urban soil fertility. Furthermore, given the increasing scarcity of fertile urban land, DAENGKU is expected to provide a high-quality growing medium while generating economic benefits for its partners. This UNHAS Community Service and Campus Intellectual Product Business Development Program (PPMU-PPUPIK) aimed to enhance the knowledge, insight, and skills of partners in managing and producing the DAENGKU growing medium. The program was conducted from April to June 2026 with the Selasih Women Farmers' Group (KWT) in Bangkala Village, Manggala District, Makassar City. The initiative successfully improved the target partners' knowledge and skills regarding the management of organic waste and water hyacinth using microbial biodecomposer technology. Pre- and post-test results indicated that over 85% of KWT members gained increased insight and knowledge related to the program. Additionally, KWT Selasih has successfully produced and sold DAENGKU—through agricultural shops, exhibitions, and online channels—at a volume of approximately 500–600 kg per month. Information regarding this program has also been disseminated via online media and the Faculty of Agriculture's YouTube channel.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Dermawan et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: