Intensitas curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan debit limpasan sehingga berpotensi melampaui kapasitas saluran drainase dan menimbulkan genangan. Permasalahan tersebut terjadi pada saluran drainase Jalan Raya Semarang–Demak Km. 09 akibat sedimentasi, sampah, dan dimensi saluran yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi fisik saluran, menghitung kapasitas saluran dan debit limpasan, serta mengevaluasi pengaruh perencanaan ulang menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis hidrologi dan hidrolika. Data curah hujan periode 2015–2024 dianalisis menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III, kemudian dihitung intensitas hujan dengan metode Mononobe, waktu konsentrasi metode Kirpich, debit rencana menggunakan Metode Rasional, serta kapasitas saluran menggunakan persamaan Manning. Selanjutnya dilakukan simulasi kondisi eksisting dan perencanaan ulang dimensi saluran menggunakan HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas saluran eksisting sebesar 20,92 m³/detik, sedangkan debit rencana kala ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut sebesar 38,63 m³/detik, 49,60 m³/detik, dan 56,87 m³/detik, sehingga saluran tidak mampu menampung aliran dan menyebabkan limpasan. Setelah dilakukan perencanaan ulang, kapasitas saluran meningkat menjadi 41,25 m³/detik sehingga mampu menampung debit rencana kala ulang 2 tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perencanaan ulang dimensi saluran efektif meningkatkan kinerja sistem drainase.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Pratama et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: