Banjir merupakan permasalahan serius di Indonesia, termasuk Jalan Prampelan, Sayung, Demak, yang sering kali menjadi korban bencana banjir. Permasalahan ini disebabkan oleh perubahan iklim, perubahan tata guna lahan, dan kurangnya infrastruktur yang efektif. Jalan Prampelan, bagian dari wilayah Demak, mengalami masalah banjir berulang, memengaruhi ribuan penduduk dan merugikan aktivitas harian. Penelitian ini fokus pada evaluasi sistem drainase sebagai upaya menanggulangi banjir di Jalan Prampelan, Sayung. Metode analisis hidrologi digunakan untuk menghitung curah hujan dengan metode Polygon Thiessen yang menggunakan data curah hujan stasiun karangroto, stasiun brumbung dan stasiun pucanggading. Perhitungan debit drainase menggunakan metode rasional, dan analisis hidrolika menggunakan program EPA-SWMM. Hasil penelitian menunjukkan debit maksimum drainase di lokasi mencapai 10,99 m3/det yang memberikan gambaran kemampuan sistem mengatasi aliran air. Setelah perencanaan ulang saluran drainase, terjadi peningkatan kapasitas yang efektif dan dapat mengurangi risiko banjir. Analisis penampang drainase dengan program EPA-SWMM menunjukkan bahwa pada penampang eksisting drainase tidak mampu menampung debit banjir, setelah dilakukan perubahan ukuran dimensi drainase mampu menampung debit banjir, sehingga mampu menanggulangi volume air yang ada. Program ini efektif dalam menganalisa saluran drainase di lokasi studi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Ambara et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: