Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Ketimpangan aksesibilitas antarwilayah masih menjadi salah satu hambatan struktural bagi pertumbuhan ekonomi kawasan perdesaan di Indonesia, termasuk pada level desa yang berfungsi sebagai simpul produksi usaha mikro dan kecil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbaikan jalan desa terhadap pertumbuhan usaha ekonomi masyarakat di Desa Lemahduwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, dengan menekankan pada perubahan kondisi jalan serta dinamika unit usaha sebelum dan sesudah betonisasi jalan pada periode 2022-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1-5 terhadap 30 pelaku usaha yang dipilih secara purposive sampling, dilengkapi observasi lapangan dan wawancara tidak terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana berbantuan SPSS 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalan desa mengalami perbaikan signifikan, dari perkerasan tanah selebar dua meter dengan waktu tempuh 45-60 menit menuju pusat kecamatan, menjadi perkerasan beton selebar 3,5 meter dengan waktu tempuh 20-25 menit. Perubahan ini diikuti pertumbuhan jumlah unit usaha dari 18 menjadi 30 unit, serta peningkatan pendapatan pada 73,3 persen responden. Uji regresi linear sederhana membuktikan bahwa kondisi jalan desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha ekonomi (B = 0,663; t = 3,281; sig. = 0,003 < 0,05), dengan koefisien determinasi sebesar 0,278, yang mengindikasikan bahwa kualitas jalan menjelaskan 27,8 persen variasi pertumbuhan usaha, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain seperti permodalan dan keterampilan usaha. Temuan ini memperkuat teori aksesibilitas dan pertumbuhan wilayah bahwa investasi infrastruktur jalan memiliki efek pengganda terhadap perekonomian lokal, sekaligus memberi implikasi kebijakan bahwa perencanaan jalan desa perlu diintegrasikan dengan strategi pengembangan sentra usaha, khususnya usaha berbasis manufaktur skala kecil seperti bengkel bubut yang mendominasi struktur ekonomi wilayah studi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Susilo et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 8 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: