Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Jalan Raya Kaligawe merupakan jalan arteri primer yang mendukung pergerakan menuju kawasan industri, Pelabuhan Tanjung Emas, dan jaringan Jalan Tol Semarang–Demak. Pelaksanaan rekonstruksi yang menutup jalur lambat mengurangi ruang lalu lintas dan berpotensi menurunkan kinerja ruas jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja Jalan Raya Kaligawe STA 3+600 – 4+600 KA arah Demak–Semarang sebelum dan saat pelaksanaan rekonstruksi, serta memodelkan kondisi lalu lintas menggunakan mikrosimulasi PTV VISSIM dan membandingkan hasilnya dengan analisis PKJI 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei geometrik, volume lalu lintas, hambatan samping, komposisi kendaraan, dan kecepatan. Kinerja ruas dianalisis menggunakan PKJI 2023, sedangkan PTV VISSIM digunakan untuk memodelkan kondisi operasional serta membandingkan kecenderungan hasil sebelum dan saat rekonstruksi. Hasil PKJI 2023 menunjukkan kapasitas menurun dari 5232,60 menjadi 3359,20 smp/jam, derajat kejenuhan meningkat dari 0,36 menjadi 0,48, dan tingkat pelayanan turun dari LOS B menjadi LOS C. Kecepatan tempuh menurun dari 57 menjadi 55 km/jam, sedangkan waktu tempuh meningkat dari 63,16 menjadi 65,45 detik/km. Model PTV VISSIM memenuhi kriteria validasi dengan nilai GEH kurang dari 5 serta menunjukkan peningkatan waktu tempuh dan tundaan. Kedua metode membuktikan bahwa penutupan jalur lambat selama rekonstruksi menurunkan kinerja operasional ruas jalan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Widjanarko et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 8 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: